Salahkah Desain Menaikan Level Produk

Harga-Yamaha-New-Vixion-Lightning-Advance-2015-Luminous-White-800x354.jpg

Hallo sobat bikers,

Lama banget nih vakum dari dunia blogshpere karena kesibukan kuliah yang super padet dah susah untuk sekedar ngetik buat agan-agan di mari (padahal ngebo di kostan hehehe), oh ya os belum cerita kuliah di mana yah gan…??? oke os kasih sedikit dongeng hehehehe… os masuk perguruan tinggi di salah satu kota di jawa tengah, Surakarta. os di terima di ptn Universitas Sebelas Maret ( bukan negri surakarta lho ya apalagi negri solo hehehe) dan masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain  ambil jurusan desain tekstil dan ini berhubungan dengan postingan kali ini maklum ambil desain harus lebih kritis gan xixixixi.

langsung ke inti permasalahan gan, “Salahkah Desain Menaikan level Produk” akhir-akhir ini banyak yang ber argumen tentang  yamaha xabre baik itu pro taupun kontra, untuk yang pro sih gak usah di bahas lah yah (karena mungkin tsnya termasuk) tapi untuk yang kontrapun punya alasan tersendiri kenapa tidak sependapat, tapi untuk yang kontra yang ke arah haters atau fansboy mungkin perlu di luruskan dengan membaca artikel ini …promosi :red

Disini os akan memberi contoh antara yamaha xabre vs new vixion advance dengan basic mesin yang sama kenapa harganya bisa terpaut hampir 7 juta-an, itu kan shock depan dah pake USD yang harganya 5 juta??? Tunggu dulu sabar gan hehehehe…. oke lah dengan fitur yang lebih hi-tech seperti shock depan usd, swing arm banana. Apakah hanya itu yang bikin Xabre menjadi lebih mahal dari NVA? Kalo menurut pendapat pribadi sih kalo Cuma fitur bisa terpangkas dengan adanya produksi masal paling jatuhnya nggak jauh2 toh semua fitur di atas udah ada cetakanya tidak khusus untuk produk itu saja. nah di sini pointnya,soal fitur kita kesampingkan dulu dan menuju desain kedua produk di atas.

Untuk Xabre dan NVA itu bagaikan bumi dan langit untuk sebuah desain tentunya, contohnya Xabre yang memiliki desain galak seperti seekor predator sedangkan NVA lebih kalem dan terkesan cupu. Dari point di ataslah yang membuat Xabre ini memiliki harga jauh lebih mahal di bandingkan NVA karena suatu perusahaan tidak membuat desain hanya dengan ituhan hari dan proses yang sebentar, contohnya mereka harus membuat tim riset dan pengembangan yang sering di sebut R&D (research and development) dan itu tidak sedikit biayanya, apa saja proses dari konsep sampai produksi massal berikut os jabarkan sedikit yang di dapat dari perkuliahan cie cie :megreen

  1. Fensibility Study

yaitu menemukan konsep yang layak melalui study kelayakan.

 

  1. Preliminary Design

Pra desain melalui pemilihan dan pengembangan konsep terbaik.

 

  1. Detailed Design

Merinci secara detail dari sebuah uraian engineering mengenai konsep tersebut.

 

  1. Planning

Merubah konsep untuk disesuikan untuk kebutuhan produk,distribusi,konsumsi dan penyisihan peroduk.

 

  1. Feed Back

Pengecekan apabila terjadi kekeliruan.

 

Masih bingung??? Oke akan os jelaskan lebih panjang lebar agar lebih mudeng hehehehe….

 

Berdasarkan kasus di atas proses perancangan di mulai tahap 1 dengan memasukan data informasi. Dari sini sekumpulan gagasan alternatif bagi desain sebuah keseluruah cepat di ketahui (dikenal). Tahap 2 untuk memilih salah satu dari alternatif ini untuk kemudian di pecah secara lebih detail pada tahap 3. Selanjutnya melalui kerja pararel seandainya dapat dilakukan untuk mempercepat proses pada tahap 4. Proses tersebut tidak akan berjalan dengan baik bila asumsi-asunsi yang mendasari pemilihan desain semua ternyata keliru (tahap 5) ketika tahapan detail dikerjakan.

Sebagaimana layaknya suatu pengkajian, dalam perancangan tahapan prosesnya diawali dengan identifikasi maslah. Thap ini merupakan awal pengenalan terhadap masalah desain dan pengetahuan tentang kebutuhan yang harus terpenuhi. Tahap berikutnya berupa analisa perencangan produk, yaitu penelusuran lingkungan dan potensi yang menjadi sasaran melalui kajian teoritik dan tinjauan empirik. Hasil tahapan tersebut menghasilkan gagasan awal dan pra desain sebagai bagian dari tahap proses kreatif. Tahap ini merupakan tahapan penting dari seluruh tahapan, karena menentukan dan memilih salah satu dari alternatif (pra desain). Apabila terjadi kekeliruan atau tidak terpilih dari kemungkinan-kemungkinan desain, maka harus dikembalikan ke tahap awal. Hasil desain terpilih menjadi bagian tahap proses produksi, yaitu uji cobaproduk (tes jalan red) dan selanjutnya produksi masal gan.

Untuk semua proses di atas tidakmengeluarkan dana yang sedikit tentunya,

Kesimpulanya untuk membuat suatu produk tidak hanya fungsi dan kebutuhan tetapi desain yang menaikan level harga jadi kalo Cuma fungsi doang mah nggak menaikan level harga tentunya, dan sebagai catatan seni itu mahal gan, kemauan, ide,kuliah, pensil, penghapus, penggaris mouse,laptop dan wakut itu mahallllllllllllllllllllllll….. xixixixixixi

sumber:

foto dari hariberita.com

Clipson, Colin. 1989. Design for A Coming Age. Nagoya Japan: ACID

Foster, D.W (diterjemahkan oleh Siswanto Soetojo). 1985. Prinsip-prinsip pemasaran. Seri Manajemen No. 50. Jakarta: Erlangga.

 

Advertisements

About Gayuh.D.C

hanya sedikit imajinasi yang teruang di atas kertas
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s